Kankerserviks merupakan keganasan yang paling sering terjadi pada wanita, kira-kira dari 6,6% penderita di dunia 90% diantaranya meninggal. Bahkan di Indonesia kanker serviks masih menjadi keganasan tertinggi pada wanita. ini menyebabkan tingginya faktor risiko kanker atau memperburuk kondisi kanker yang telah ada. Meskipun SCN mampu.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Apa Itu Kanker Serviks?Salah satu jenis kanker yang menjadi momok menakutkan bagi kaum hawa adalah kanker mulut rahim atau biasa dikenal dengan kanker serviks. Kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus HPV onkogenik, yang menyerang leher rahim. Ironisnya, banyak penduduk Indonesia yang belum memahami dan sadar akan bahaya kanker serviks. Bahkan hanya sekitar 5% penduduk Indonesia yang melakukan screening kanker mulut rahim, sehingga sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut Stadium IIIB ke atas. Berbanding terbalik dengan Indonesia, beberapa negara berkembang sudah mulai menggencarkan program pemantauan leher rahim, yang terbukti mampu menurunkan insiden kanker mulut rahim sebanyak 50% atau sebagai Pemicu Kanker Serviks HPV berperan dalam menyebabkan terjadinya kanker serviks tetapi bukan satu-satunya penyebab terjadinya kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 menyebabkan 68% keganasan tipe skuamosa dan 83% tipe adenokarsinoma. Meskipun infeksi HPV biasanya tanpa gejala infeksi pada serviks bisa menghasilkan perubahan secara histologi yang digolongkan dalam Cervical intraepitelial Neoplasm CIN derajat 1, 2, 3 didasarkan pada derajat kerusakan dari sel epitel pada serviks atau adenokarsinoma insitu. CIN 1 biasanya sembuh spontan 60% dari seluruh kasus dan beberapa berkembang ke arah keganasan 1%. CIN 2 dan 3 memiliki persentase sedikit untuk sembuh spontan dan memiliki persentase yang tinggi untuk berkembang ke arah keganasan Setiawati, 2014.Epidemiologi Kanker ServiksKanker serviks merupakan penyebab kematian akibat kanker terbesar bagi wanita di negara-negara berkembang. Secara global terdapat kasus baru dan kematian setiap tahunnya, yang hampir 80% terjadi di negara berkembang. Fakta-fakta tersebut membuat kanker leher rahim menempati posisi kedua kanker terbanyak pada perempuan di dunia dan menempati urutan pertama di negara berkembang Nurlelawati et al., 2018. Kanker serviks termasuk masalah kesehatan yang sangat serius dan menjadi perhatian dunia. Setiap tahun, lebih dari wanita meninggal dunia. Lebih dari setengah juta wanita di diagnosis dan tiap menit seorang wanita di diagnosis. Kanker ini menempati urutan keempat yang paling banyak diderita wanita di dunia. Diperkirakan kasus baru pada tahun 2018, mewakili 6,6 % dari semua kanker yang dialami wanita WHO, 2019. Berdasarkan data Globocan, saat ini beban penyakit kanker di dunia meningkat, yaitu terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian di tahun 2018, dimana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker, serta 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan meninggal karena kanker. Insiden dan mortalitas kanker di Indonesia terus meningkat, salah satu kanker pada wanita yang sering terjadi adalah kanker serviks, sekitar 0,8% per penduduk Kemenkes RI, 2019.Apa Saja Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Serviks?Aktivitas Seksual Usia DiniPenelitian yang dilakukan Putri dkk. 2017 menunjukkan wanita yang melakukan aktivitas seksual usia dini, yaitu usia 20 tahun. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan di RSUP Padang, lebih dari separuh 56,2% pasien berobat yang menderita kanker serviks melakukan aktivitas seksual pada usia muda 20 tahun, dilihat dari penilaian 67,9% pasien positif kanker serviks Jean Paul et al., 2020. Menurut penelitian Rahmawati & Ningsih 2020, melakukan hubungan seksual pada usia dini merupakan faktor risiko penyebab terjadinya lesi prakanker serviks, didapatkan dari nilai OR yang dianalisis adalah 2,583, artinya ibu yang melakukan hubungan seksual usia dini memiliki risiko 2,583 mengalami lesi prakanker serviks dibandingkan ibu yang melakukan hubungan seksual pada usia serviks yang sudah matang. 1 2 3 4 5 Lihat Healthy Selengkapnya
Faktorrisiko penyebab kanker serviks dapat berasal dari berbagai hal. Mulai dari lingkungan, hingga pola hidup tidak sehat. Tanpa adanya salah satu ada beberapa faktor
Penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim masih belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit ini kerap dikaitkan dengan infeksi human papillomavirus HPV. Selain itu, kemunculan kanker ini juga berhubungan erat dengan faktor keturunan dan penyakit menular seksual. Di Indonesia, kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak dialami wanita, setelah kanker payudara. Kanker ini terbentuk ketika sel-sel di serviks atau mulut rahim berkembang menjadi ganas. Meski belum diketahui penyebab kanker serviks secara pasti, setiap wanita perlu mengetahui faktor risiko apa saja yang bisa membuat dirinya lebih rentan terkena kanker serviks. Hal ini penting untuk mencegah kemunculan kanker serviks. Penyebab Kanker Serviks dan Faktor Risikonya Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyebab kanker serviks sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, yaitu 1. Infeksi human papillomavirus HPV Hampir seluruh kasus kanker serviks dipicu oleh infeksi virus HPV. Pasalnya, sel-sel di leher rahim yang terinfeksi virus ini bisa mengalami pertumbuhan tidak normal dan menjadi ganas. Sementara itu, seorang wanita juga dapat terinfeksi HPV dari perilaku seks berisiko, misalnya sering berganti pasangan seksual dan berhubungan seks tanpa kondom. 2. Penyakit menular seksual Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa risiko kanker serviks lebih tinggi dialami wanita yang pernah menderita penyakit menular seksual, seperti kutil kelamin, klamidia, gonore, dan sifilis. Wanita yang sedang terinfeksi virus HPV juga memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks. Hal ini karena infeksi HPV bisa muncul bersamaan dengan penyakit menular seksual. 3. Pola hidup tidak sehat Wanita dengan berat badan berlebih serta jarang mengonsumsi buah dan sayur juga dapat menjadi pemicu terjadinya kanker serviks. Risiko ini akan semakin meningkat jika wanita tersebut memiliki kebiasaan merokok. Zat kimia pada tembakau diyakini dapat merusak DNA dalam sel dan menyebabkan kanker serviks. Tak hanya itu, merokok juga membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah sehingga kurang efektif dalam melawan infeksi HPV. 4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah Seorang wanita dengan sistem imun tubuh yang lemah umumnya lebih rentan terinfeksi HPV, misalnya penderita HIV/AIDS. Selain itu, wanita yang menjalani pengobatan untuk menekan daya tahan tubuh, seperti pengobatan kanker dan penyakit autoimun, juga lebih berisiko terinfeksi HPV yang dapat memicu terjadinya kanker serviks. 5. Penggunaan pil KB Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi oral atau pil KB dalam waktu yang lama, dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Sebagai alternatif yang lebih aman untuk mencegah kanker serviks, pilihlah metode kontrasepsi lain, seperti IUD atau KB spiral. Namun, memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan pil KB yang dapat memicu terjadinya kanker serviks tersebut. Untuk memilih jenis kontrasepsi yang tepat dan cocok, sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan lebih dulu. 6. Hamil usia muda dan sudah beberapa kali hamil serta melahirkan Mengandung untuk pertama kali saat berusia kurang dari 17 tahun dapat membuat seorang wanita lebih rentan terkena kanker serviks. Wanita yang pernah hamil dan melahirkan lebih dari 3 kali juga diduga lebih berisiko terkena kanker serviks. Menurut penelitian, sistem kekebalan tubuh yang melemah dan perubahan hormon selama masa kehamilan dapat membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi HPV. 7. Riwayat konsumsi obat hormon DES DES atau diethylstilbestrol merupakan obat hormonal yang diberikan untuk mencegah keguguran. Tak hanya pada wanita hamil, obat ini juga dapat meningkatkan risiko kanker serviks pada janin perempuan yang dikandungnya. 8. Faktor keturunan Seorang wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks, jika ada keluarga perempuannya yang pernah terdiagnosis penyakit serupa. Belum diketahui secara pasti apa yang mendasari hal ini, tetapi diduga berkaitan dengan faktor genetik. Perlu diingat bahwa jika seseorang memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko di atas, bukan berarti ia pasti terkena kanker serviks. Faktor-faktor di atas hanya sekadar dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks. Untuk menekan risiko penyebab kanker serviks, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari dan jauhi perilaku seks berisiko. Jangan lupa untuk mendapatkan vaksinasi HPV guna mencegah kanker serviks serta menjalani skrining atau deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan pap smear atau tes IVA. Langkah pencegahan dengan melakukan skrining kanker serviks bisa Anda lakukan saat berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter juga akan menentukan waktu pemeriksaan yang tepat dan sesuai dengan kondisi serta penyebab kanker serviks yang dialami.
4 Menderita Infeksi Kelamin Yang Ditularkan Melalui Hubungan Seksual (IMS) 5) Paritas Tinggi Ada beberapa pendapat yang mengatakan adanya kolerasi anatara melahirkan dan risiko
Algumas famílias têm um risco significativamente maior de desenvolver certos cânceres. Por vezes, esse risco maior deve-se a um único gene e, por vezes, a vários genes que interagem. Os fatores ambientais, comuns à família, podem alterar essa interação genética e provocar câncer. Acredita-se que as anormalidades mutações que afetam genes críticos, contribuam para o desenvolvimento do câncer. Estes genes produzem proteínas que regulam o crescimento e alteram a divisão celular, e outras propriedades celulares mutações genéticas que causam câncer podem resultar dos efeitos danosos de produtos químicos, luz do sol, medicamentos, vírus ou outros agentes ambientais. Em algumas famílias, esses genes anormais causadores de câncer são duas principais categorias desses genes envolvidos no câncer são OncogenesGenes supressores tumorais RadiografiasLuz do solToxinas no trabalho, no ar ou em produtos químicos por exemplo, na fumaça do tabacoAgentes infecciosos por exemplo, certos vírusNormalmente, os genes supressores tumorais impedem o desenvolvimento de cânceres através da codificação das proteínas que reparam DNA danificado e suprimem o crescimento de células cancerosas. O câncer é mais provável quando o dano do DNA prejudica a função do gene supressor do tumor, permitindo que as células afetadas se multipliquem continuamente. As mutações de gene supressor, herdado de um pai ou mãe, pode sustentar uma pequena porcentagem de casos de câncer de mama, geralmente ocorrendo com pouca idade e em vários membros da família. Numerosos fatores ambientais aumentam o risco de desenvolver de tabaco contém carcinógenos que aumentam bastante o risco de desenvolvimento de câncer do pulmão, boca, garganta, esôfago, rins e bexiga. Poluentes do ar ou da água, como o amianto, resíduos industriais, ou a fumaça do cigarro, podem aumentar o risco de câncer. Sabe-se com certeza que várias substâncias químicas causam câncer e suspeita-se o mesmo de muitas outras. Por exemplo, a exposição ao amianto pode causar câncer de pulmão e mesotelioma Mesotelioma Mesotelioma é um câncer da membrana fina e transparente, composta por duas camadas, que cobre e reveste o interior da parede torácica e abdômen. Os sintomas mais comuns são dor torácica e falta... leia mais câncer da pleura. A exposição a pesticidas está associada a um risco mais alto de alguns tipos de câncer por exemplo, leucemia Considerações gerais sobre a leucemia As leucemias são cânceres de glóbulos brancos ou de células que se transformam em glóbulos brancos. Os glóbulos brancos se desenvolvem a partir de células-tronco da medula óssea. Por vezes,... leia mais e linfoma não Hodgkin Linfomas não Hodgkin Os linfomas não Hodgkin são um grupo diversificado de câncer de tipos de glóbulos brancos denominados linfócitos. Com frequência, os linfonodos do pescoço, sob os braços ou na virilha aumentam... leia mais . O tempo decorrido entre a exposição às substâncias químicas e o desenvolvimento do câncer pode ser de muitos exposição ao gás radioativo radônio, emitido pela terra, aumenta o risco de desenvolvimento de câncer do pulmão. Geralmente, o radônio se dispersa rapidamente para a atmosfera e não causa danos. No entanto, se um edifício foi construído sobre um solo com elevado teor de radônio, este pode acumular-se dentro do edifício, produzindo por vezes níveis no ar suficientemente altos, capazes de causar problemas. O radônio é respirado para dentro dos pulmões, onde pode, por fim, causar câncer do pulmão. Em pessoas expostas que também fumam, o risco de câncer de pulmão aumenta ainda outras substâncias foram investigadas como possíveis causas do câncer, mas mais estudos são necessários para identificar esses produtos químicos que aumentam o risco de câncer. O risco de câncer varia de acordo com o lugar onde se vive, embora as razões para as diferenças geográficas sejam complexas e mal-entendidas. Essa variação geográfica no risco de câncer é provavelmente multifatorial uma combinação de genética, dieta e ambiente. Por exemplo, o risco de câncer de cólon Câncer colorretal O histórico familiar e alguns fatores alimentares dieta pobre em fibras e com alto teor de gordura aumentam o risco de a pessoa desenvolver câncer colorretal. Os sintomas característicos incluem... leia mais e de câncer de mama Câncer de mama O câncer de mama ocorre quando algumas células na mama se tornam anormais e se dividem de maneira descontrolada. O câncer de mama geralmente começa nas glândulas que produzem leite lóbulos... leia mais é baixo no Japão, mas nos japoneses que emigraram para os Estados Unidos o risco de câncer de colon e de mama aumenta até se igualar, finalmente, ao do restante da população norte-americana. Por outro lado, a população japonesa, no Japão, apresenta taxas muito elevadas de câncer do estômago Câncer de estômago Uma infecção por Helicobacter pylori constitui um fator de risco para desenvolver câncer de estômago. Vago desconforto abdominal, perda de peso e fraqueza são alguns dos sintomas característicos... leia mais . Quando essas pessoas migram do Japão para os Estados Unidos, seu risco de câncer de estômago diminui até o risco dos Estados Unidos, possivelmente devido a uma mudança na alimentação, embora esta diminuição possa não ser evidente até a geração seguinte. As substâncias consumidas na dieta podem aumentar o risco do desenvolvimento de câncer. Por exemplo, uma dieta com alto teor de gorduras insaturadas, e a obesidade em si, foram relacionadas a um maior risco de câncer de cólon, mama e, possivelmente, câncer de próstata Câncer de próstata O câncer de próstata começa em uma pequena área da glândula prostática, um órgão encontrado apenas em homens. O risco do câncer de próstata aumenta com a idade. Os sintomas, como dificuldade... leia mais . Pessoas que consomem bebidas alcoólicas em excesso têm um risco muito maior de desenvolver câncer hepático Carcinoma hepatocelular O carcinoma hepatocelular é um câncer que começa nas células hepáticas e é o câncer hepático primário mais comum. Ter hepatite B ou hepatite C, doença hepática gordurosa ou consumir álcool em... leia mais , câncer de cabeça e pescoço Considerações gerais sobre cânceres de boca, nariz e garganta Cânceres da boca, nariz e garganta se desenvolvem em quase pessoas nos Estados Unidos a cada ano. Esses cânceres são mais comuns nos homens porque ainda existem mais fumantes do sexo... leia mais e câncer de esôfago Câncer de esôfago O câncer de esôfago se origina nas células que revestem a parede do esôfago o tubo que conecta a garganta ao estômago. O uso de tabaco e de álcool, infecções por papilomavírus humano e certos... leia mais . Uma dieta rica em alimentos defumados e em conserva ou em carnes de churrasco aumenta o risco de desenvolver câncer de estômago Câncer de estômago Uma infecção por Helicobacter pylori constitui um fator de risco para desenvolver câncer de estômago. Vago desconforto abdominal, perda de peso e fraqueza são alguns dos sintomas característicos... leia mais . Pessoas com sobrepeso ou obesidade têm um risco mais alto de câncer de mama, de revestimento do útero endométrio, de cólon, rins e esôfago. O uso prolongado de testosterona, danazol ou outros hormônios masculinos androgênios pode aumentar ligeiramente o risco de câncer do fígado. O tratamento de câncer com certos quimioterápicos agentes alquilantes e com radioterapia, pode aumentar o risco de desenvolver um segundo câncer anos depois. Sabe-se de vários vírus que provocam câncer em humanos e existe suspeita de que muitos outros também causem câncer. O papilomavírus humano Infecção por papilomavírus humano HPV O papilomavírus humano HPV causa verrugas. Alguns tipos de HPV causam verrugas cutâneas, outros tipos causam verrugas genitais protuberâncias ao redor da vagina, do pênis ou do reto. A infecção... leia mais HPV causa úlceras genitais e também é uma importante causa de câncer do colo do útero Câncer do colo do útero O câncer do colo do útero se desenvolve no colo do útero a parte inferior do útero. A maioria dos tipos de câncer do colo do útero é causada por uma infecção pelo papilomavírus humano HPV... leia mais e câncer vulvar Câncer de vulva O câncer de vulva geralmente se desenvolve nos lábios, o tecido que circunda a abertura da vagina. O câncer pode parecer um nódulo, uma área irritada ou uma ferida que não cicatriza. Uma amostra... leia mais em mulheres e de câncer peniano Câncer peniano Os cânceres do pênis são, normalmente, tipos de câncer de pele. O câncer de pele pode ocorrer em qualquer lugar no pênis, mas ocorre com maior frequência na glande peniana a extremidade em... leia mais e câncer anal Câncer de ânus Os fatores de risco para o câncer de ânus incluem certas infecções sexualmente transmissíveis. Sangramento ao defecar, dor e ocasionalmente prurido ao redor do ânus são sintomas característicos... leia mais nos homens. O HPV também causa alguns cânceres na boca e garganta. O vírus da hepatite B Hepatite B, crônica Hepatite B crônica é uma inflamação do fígado causada pelo vírus da hepatite B que durou por mais de seis meses. A maioria das pessoas com hepatite B crônica não apresenta sintomas, mas alguns... leia mais ou vírus da hepatite C Hepatite C crônica Hepatite C crônica é uma inflamação do fígado causada pelo vírus da hepatite C e que durou por mais de seis meses. A hepatite C frequentemente só causa sintomas depois que o fígado foi gravemente... leia mais pode causar câncer do fígado. Alguns retrovírus humanos, como HIV Infecção pelo vírus da imunodeficiência humana HIV A infecção pelo vírus da imunodeficiência humana HIV é uma infecção viral que destrói progressivamente certos glóbulos brancos do sangue e pode provocar a síndrome da imunodeficiência adquirida... leia mais , causam linfomas e outros cânceres do sangue. Alguns vírus causam tipos de câncer em certos países, mas não em outros. Por exemplo, o vírus de Epstein-Barr causa o linfoma de Burkitt Linfoma de Burkitt O linfoma de Burkitt é um linfoma não Hodgkin, um câncer de glóbulo branco, de crescimento muito rápido que se origina a partir de células B linfócitos B. Os linfomas consulte também Considerações... leia mais um tipo de câncer na África e câncer do nariz e faringe na Ásia. Alguns parasitas Considerações gerais sobre infecções parasitárias Parasita é um organismo que vive na superfície ou no interior de outro organismo o hospedeiro e se aproveita por exemplo, obtendo nutrientes do hospedeiro à custa do hospedeiro. Embora esta... leia mais podem causar câncer. Infecção pelo Schistosoma haematobium Esquistossomose A esquistossomose é uma infecção causada por determinados vermes chatos trematódeos chamados esquistossomos. As pessoas adquirem esquistossomose ao nadar ou tomar banho em água doce que esteja... leia mais pode causar inflamação crônica e formação de cicatrizes da bexiga, que pode levar ao câncer. Outro tipo de parasita, Clonorchis sinensis, pode ser vinculado ao câncer de pâncreas Câncer de pâncreas Tabagismo, pancreatite crônica, ser do sexo masculino, ser da raça negra e, possivelmente, diabetes de longa data são fatores de risco para o desenvolvimento de câncer de pâncreas. Alguns sintomas... leia mais e câncer de dutos biliares Tumores dos dutos biliares e da vesícula biliar Tumores, tanto malignos quanto benignos, dentro dos dutos biliares ou da vesícula biliar são raros. Em geral, a ultrassonografia ou RM/CPRM conseguem detectar um tumor nos dutos biliares ou... leia mais .
KataKunci : kanker payudara, faktor risiko, usia . vii Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ABSTRACT Background: Breast cancer is the second most common cancer in the world and tahun 2015 di Indonesia pada tahun 2013 adalah penyakit kanker serviks dan payudara, yaitu kanker serviks sebesar 0,8‰ dan kanker payudara sebesar 0,5‰.
Jakarta - Penyebab kanker serviks salah satunya adalah disebabkan oleh Human Papilloma Virus HPV. Kanker serviks sendiri merupakan salah satu jenis kanker yang ditakuti oleh kaum wanita, dan dikenal juga dengan kanker leher serviks adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat pembentukan sel-sel di leher rahim bagian serviks secara abnormal dan terus mengalami perkembangan yang tidak terkendali. Sel-sel tersebut bisa saja berkembang dengan sangat cepat, yang dapat menyebabkan tumbuhnya tumor ganas pada leher rahim tulisan kali ini, akan dibahas penyebab kanker serviks, gejala, pencegahan dan cara pengobatannya yang dirangkum dari situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Simak penjelasan berikut sampai selesai! Sejauh ini, diketahui salah satu penyebab dari kanker serviks atau kanker leher rahim pada wanita adalah akibat Human Papilloma Virus HPV. Namun selain penyebab utama ini, ada beberapa faktor pendukung lain yang menyebabkan seorang wanita memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks, di antaranyaKebiasaan seks atau seperti terkena HIV infeksi Klamidia penyakit seksual yang menular.Minimnya konsumsi makanan sehat seperti buah dan menggunakan alat kontrasepsi usia dan yang sudah hamil dan melahirkan lebih dari 3 yang hamil dan melahirkan di usia obat diethylstilbestrol obat anti keguguran.Gejala Kanker ServiksAda beberapa gejala yang bisa diwaspadai oleh wanita agar terhindar dari kemungkinan kanker serviks, yaitu1. Terjadinya Pendarahan pada VaginaGejala pertama yang bisa dialami oleh wanita yang menderita kanker serviks adalah terjadinya pendarahan ekstrim di antara siklus menstruasi dan pendarahan setelah menopause. Namun ada juga beberapa wanita yang terkena kanker serviks malah tidak menunjukkan gejala awal Pendarahan saat Berhubungan SeksualJika seorang wanita mengalami pendarahan ketika berhubungan intim pada alat vitalnya atau bahkan mengalami keputihan berat, maka itu bisa diwaspadai sebagai gejala awal kanker serviks. Hal ini juga bisa dilihat jika muncul rasa nyeri atau rasa sakit ketika melakukan hubungan Kemungkinan Adanya MetastasisJika seorang wanita sudah mengalami kanker serviks akut, mungkin akan muncul metastasis di perut, paru-paru, atau di beberapa bagian lainnya. Jika hal ini sudah terjadi, maka sebaiknya sudah mendapatkan tindakan serius dari dari empat gejala di atas, ada beberapa tanda sederhana yang mungkin seorang wanita tidak akan terpikirkan sebagai sebuah gejala kanker serviks. Tanda-tanda dini yang perlu diperhatikan dalam kemungkinan kanker serviks adalahKehilangan nafsu menstruasi mendadak tidak rasa nyeri di bagian panggul atau punggung terasa lebih cepat badan turun drastis walau sedang tidak melakukan program satu kaki mengalami hal-hal tersebut sudah dirasakan atau sudah dialami, ada baiknya untuk segera melakukan cek pada dokter ahli. Mengingat kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di dunia menurut penelitian Badan Kesehatan Dunia WHO.Cara Pencegahan Kanker ServiksPenyakit kanker serviks ini bisa diminimalisir risikonya dengan beberapa upaya pencegahan. Selain memulai kebiasaan hidup sehat, berikut adalah beberapa cara pencegahan terjadinya kanker serviksMenanyakan pada dokter seperti apa gejala awal kanker leher rahim, dan selalu melakukan pembicaraan dengan orang terdekat hingga dokter terkait kondisi kesehatan tindakan tes Pap Smear, yaitu salah satu bentuk tindakan untuk menemukan adanya perubahan pada bagian serviks, sel serviks, atau kamu masih berusia di bawah 26 tahun, dapat melakukan vaksin kemungkinan tertularnya virus HPV, seperti tidak mekalukan hubungan seks bebas atau menggunakan alat kontrasepsi menggunakan pola hidup sehat, dengan memakan makanan bergizi, olahraga teratur, dan mendapatkan istirahat yang Kanker ServiksJika sudah terlanjur terkena kanker serviks, beberapa metode pengobatan di bawah ini dapat dilakukan untuk proses penanganan dan penyembuhan. Berikut beberapa penanganan utama kanker serviks1. OperasiOperasi adalah salah satu tindakan pengangkatan bagian leher rahim yang sudah terkena infeksi kanker. Tindakan operasi yang bisa dilakukan seperti Radical Trachelectomy, Histerektomi, dan Pelvic RadioterapiPada tahap awal pengobatan kanker serviks adalah menggunakan metode radioterapi yang disertai dengan operasi. Pasien akan melakukan radioterapi selama 5-8 minggu untuk mengurangi efek penyebaran kanker serviks KemoterapiTindakan ini dapat dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan radioterapi. Tindakan ini dapat mencegah dan menghambat penyebaran sel kanker serviks ke bagian yang lebih luas dia penyebab kanker serviks, dan penjelasan tentang gejala, pencegahan dan pengobatan. Kanker ini sangat berbahaya sehingga penting bagi wanita untuk mencegah dan segera konsultasi ke dokter jika mengalami gejalanya. Simak Video "Alasan Melaney Ricardo Jalani Operasi Pengangkatan Rahim" [GambasVideo 20detik] row/row
Homekandungan Kanker Pengertian Kanker Serviks, Gejala, Faktor Risiko, Penyebab dan Pencegahan
Kanker leher rahim atau yang lebih dikenal dengan Kanker Serviks adalah kondisi dimana terdapat penumbuhan sel-sel ganas pada leher rahim/serviks yang tidak terkendali. Berdasarkan penyebabnya, sebanyak 90% dari pasien yang menderita kanker serviks disebabkan oleh inveksi HPV Human Papilloma Virus onkogenik yang presisten. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah kanker serviks adalah dengan mengetahui faktor risiko dari kanker serviks itu sendiri. Dengan demikian, kita dapat menghindari potensi paparan kanker serviks. Faktor Risiko Kanker Leher Rahim. Berikut ini adalah faktor risiko kanker leher rahim atau Kanker serviks yang harus diwaspadai, diantaranya adalah 1. Melakukan hubungan seksual diusia muda, yaitu dibawah 18 tahun 2. Bergonta-ganti pasangan seksual 3. Melakukan hubungan seksual dengan pria yang sering bergonta-ganti pasangan seksual 4. Merokok ataupun sebagai perokok pasif 5. Infeksi berulang pada jalan kelamin, salah satunya karena kurang menjaga kebersihan alat kelamin 6. Memiliki riwayat keluarga dengan kanker 7. Adanya riwayat tes pap smear yang abnormal sebelumnya. Dengan mengetahui faktor risiko kanker serviks diatas, masyarakat dapat lebih berhati-hati dan secara rutin melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menghindari keterlambatan penanganan kanker. Salah satu cara mendeteksi dini kanker leher rahim melalui pemeriksaan IVA Test gratis di puskesmas. Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan alat kelamin dan berhenti merokok untuk menurunkan potensi paparan kanker serviks.
2mq4KEJ. 88wc6en6wj.pages.dev/3288wc6en6wj.pages.dev/27888wc6en6wj.pages.dev/29988wc6en6wj.pages.dev/19488wc6en6wj.pages.dev/12188wc6en6wj.pages.dev/4788wc6en6wj.pages.dev/8188wc6en6wj.pages.dev/10388wc6en6wj.pages.dev/240
faktor risiko kanker serviks pdf