Ceritabelajar dengan gajah mada ini memiliki bagian struktur cerita yang lengkap yaitu alur dimulai dari orientasi komplikasi dan diakhiri resolusi. Kisah bermula apabila seri betara majapahit berbincang dengan patih gajah mada untuk menewaskan melaka setelah kematian penjurit tujuh bersaudara. Berdasarkan Latar Cerita Belajar Dengan Gajah Mada
100% found this document useful 1 vote8K views8 pagesDescriptionBerdasarkan Latar Cerita Belajar Dengan Gajah MadaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote8K views8 pagesBerdasarkan Latar Cerita Belajar Dengan Gajah MadaJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. AgusAris Munandar yakin dan tegas menyebutkan Gajah Mada Lahir di Pandaan, sebuah kota kecil yang sedang berkembang di Lereng Gunung Welirang Arjuna. Pandaan atau Pandakan (sekrang termasuk wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur), pernah dicatat sebagai tempat istimewa oleh Pararaton, saat luluh lantaknya Singhasari dan tumbuhnya Majapahit. Salah satu bab dalam buku teks bahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas VII 7 yaitu menciptakan telaah terhadap struktur teks kisah fantasi. Maksud dengan telaah, yaitu pencermatan terhadap sebuah teks kisah fantasi. Karena yang bakal ditelaah yaitu sebuah teks kisah fantasi menurut struktur teksnya, maka harus diketahui terlebih dahulu apa saja struktur teks kisah fantasi. Adapun struktur teks kisah fantasi mencakup tiga pokok utama, yaitu adanya orientasi, komplikasi, dan orientasi. Seperti yang telah diketahui, stuktur teks kisah fantasi bab orientasi berisi pengenalan bab cerita. Baik latar maupun tokoh yang terdapat dalam teks kisah fantasi tersebut. Bagian komplikasi teks fantasi menggambarkan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh para tokoh dalam cerita. Sementara bab resolusi, berisi perihal cara menuntaskan duduk kasus komplikasi. Dalam menciptakan telaah teks kisah fantasi, diharapkan dua hal pokok. Yaitu pemahaman terhadap struktur teks cerita, ibarat yang telah dijelaskan di atas. Juga pemahaman terhadap kisah yang sedang ditelaah. Nah, dalam goresan pena kali ini, yang bakal ditelaah yaitu teladan teks kisah fantasi yang berjudul Belajar dari Gajah Mada. Untuk lebih mengenal siapa sih bekerjsama Patih Gajah Mada itu. Bisa dibaca dalam Maknakel Biografi Singkat Gajah Mada, Candi Trowulan dan Teks Cerita Fantasi Ada baiknya, sebelum menciptakan telaahnya lebih dulu dibaca teks kisah fantasi 'Belajar dari Gajah Mada'. Setelah membaca teks kisah fantasi 'Belajar dari Gajah Mada' kita sanggup melanjutkan untuk menelaahnya. Di buku teks bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama kelas 7, sudah ada teladan telaah terhadap teks kisah fantasi. Contoh telaah itu sengaja dibentuk rumpang, semoga siswa berlatih sendiri untuk melengkapinya. Akan tetapi, biasanya siswa tetap kesulitan membuatnya. Maka dari itu, dalam Maknakel ini disediakan hasil telaah yang masih rumpang, sekaligus satu teladan telaah teks kisah fantasi Belajar dari Gajah Mada yang sudah utuh. Contoh telaah teks kisah fantasi Belajar dari Gajah Mada menurut struktur teksnya. Contoh yang masih rumpang/belum lengkap. Cerita fantasi yang berjudul Belajar dari Gajah Mada memiliki bab struktur erita yang lengkap yaitu orientasi, komplikasi, dan resolusi. Alur dimulai dari orientasi, komplikasi, dan diakhiri resolusi. Bagian orientasi berupa .................................................................................................... ....................................................... Bagian komplikasi berupa ................................................................................................................. ...................... ........................................... ............................ Bagian resolusi berupa.................................. .................................................................................. ....................... .................................. ...................................... Cerita fantasi tersebut memakai latar lintas waktu. Cerita dimulai dengan latar Candi Penataran lalu tokoh mengalami insiden asing yang membawa para tokoh ke zaman Kerajaan Majapahit. Contoh telaah teks kisah fantasi Belajar dari Gajah Mada yang sudah lengkap. Cerita fantasi yang berjudul Belajar dari Gajah Mada memiliki bab struktur erita yang lengkap yaitu orientasi, komplikasi, dan resolusi. Alur dimulai dari orientasi, komplikasi, dan diakhiri resolusi. Bagian orientasi berupa pemaparan perihal bawah umur yang sedang melaksanakan kiprah penelitian di Candi Trowulan. Bagian komplikasi berupa rangkaian masalah-masalah yang dialami oleh para siswa. Anak-anak itu menerima duduk kasus alasannya yaitu tidak sanggup pulang. Jika ingin pulang harus sanggup memberi tanggapan yang memuaskan. Jawaban para anak itu masih kurang memuaskan Gajah Mada alasannya yaitu hanya menurut kepandaian otak. Maka, bawah umur itu lalu memperlihatkan tanggapan yang memperlihatkan perjuangan untuk menjadi baik. Belajar jujur dengan tidak mencontek. Belajar disiplin dengan tidak terlambat. Sopan dan menghargai orang lain. Bagian resolusi berupa kembalinya bawah umur tersebut sehabis memperlihatkan tanggapan yang memperlihatkan bahwa mereka sedang berguru menjadi anak baik. Jadi, yang terpenting dan lebih dihargai oleh Gajah Mada yaitu menjadi orang baik. Bukan sekadar menjadi orang pandai saja. Cerita fantasi tersebut memakai latar lintas waktu. Cerita dimulai dengan latar Candi Penataran lalu tokoh mengalami insiden asing yang membawa para tokoh ke zaman Kerajaan Majapahit. Baca Juga - Komplikasi dan Rangkaian Peristiwa Teks Belajar dari Gajah Mada - Resolusi Penyelesaian Masalah Teks Belajar dari Gajah Mada Demikian teladan telaah struktur teks kisah fantasi berguru dari Gajah Mada. Jadi, saat ada soal dari guru, 'buatlah telaah struktur teks kisah fantasi!' sanggup menciptakan ibarat ini ya. Kalau ceritanya beda, bukan Cerita Belajar dari Gajah Mada. Tinggal menyesuaikan saja.
Belajardengan Gajah Mada. Minggu pagi yang cerah Ardi, Handi, dan Dani berada di Candi Trowulan. Mereka merupakan siswa pilihan dari sebuah SMP yang sedang melakukan tugas pengamatan untuk karya ilmiah remaja. Di tengah keramaian orang yang sedang berwisata, mereka sibuk menyelesaikan laporannya.
Uploaded byKinanti Devi II 67% found this document useful 3 votes6K views1 pageDescriptioncerita fantasi Belajar Dengan Gajah MadaOriginal Titlecerita fantasi Belajar Dengan Gajah MadaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document67% found this document useful 3 votes6K views1 pageCerita Fantasi Belajar Dengan Gajah MadaOriginal Titlecerita fantasi Belajar Dengan Gajah MadaUploaded byKinanti Devi II Descriptioncerita fantasi Belajar Dengan Gajah MadaFull description Contohtelaah teks cerita fantasi Belajar dari Gajah Mada berdasarkan struktur teksnya. (Contoh yang masih rumpang/belum lengkap). Cerita fantasi yang berjudul Belajar dari Gajah Mada memiliki bagian struktur erita yang lengkap yaitu orientasi, komplikasi, dan resolusi. Alur dimulai dari orientasi, komplikasi, dan diakhiri resolusi.
- Mahapatih Gajah Mada bersama Raja Hayam Wuruk membawa Kerajaan Majapahit mengguratkan sejarah emas dalam peradaban Indonesia. Lewat Sumpah Amukti Palapa, Gajah Mada berikrar akan menyatukan wilayah-wilayah Nusantara di bawah naungan Kemaharajaan Gajah Mada sebenarnya? Sejumlah sejarawan dan sumber ada perbedaan tentang asal usul sosok "Tafsir Kekuasaan Menurut Gajah Mada" Jurnal Politik, Volume 11, 2015 karya Yusak Farchan dan Firdaus Syam yang mengutip isi kitab Usana Jawa atau sering disebut Cerita Bali, dijelaskan bahwa Gajah Mada lahir di Pulau Bali Agung. Sejarawan Muhammad Yamin punya pendapat berbeda. Menurut Yamin dalam bukunya Gajah Mada Pahlawan Persatuan Nusantara menuliskan bahwa Gajah Mada tidak memiliki ayah dan ibu. Ia terlahir dari dalam buah kelapa, sebagai penjelmaan Sang Hyang Narayana Dewa Wisnu ke dunia. Dengan kata lain, Gajah Mada terlahir atas kehendak dewa-dewa. Baca juga Sejarah Singkat Majapahit, Pusat Kerajaan, & Silsilah Raja-Raja Sejarah Perang Bubat Majapahit vs Sunda Penyebab, Lokasi, Dampak Sejarah Hidup Hayam Wuruk Fakta Raja Majapahit & Masa Kejayaan Akan tetapi, menurut Serat Pararaton, Gajah Mada merupakan anak dari Gajah Pagon yakni seorang seorang petinggi Kerajaan Majapahit dan pengikut setia Raden Wijaya. Dikisahkan saat itu terjadi peperangan dengan tentara Kadiri dan kemudian Raden Wijaya mengungsi ke Desa Pandakan, Madura. Saat peperangan tersebut, Gajah Pagon terluka dan dititipkan kepada Macan Kuping, Kepala Desa Pandakan. Lalu, Gajah Pagon menikah dengan anak Macan Kuping yang kemudian melahirkan Gajah Mada. Mengutip karya jurnal yang ditulis Yusak Farchan dan Firdaus Syam bahwa sifat dari Gajah Mada serupa dengan ayahnya Gajah Pagon. Dua orang yang memiliki nama Gajah tersebut bersifat pemberani, tahan mental, tidak mudah menyerah, setia kepada tuannya dan berperilaku seperti hewan gajah dalam menghalau semua penghalang. Baca juga Sejarah Perang Bubat Majapahit vs Sunda Penyebab, Lokasi, Dampak Sejarah Kerajaan Majapahit Kekuatan Militer dan Persenjataan Sejarah Kerajaan Kristen Larantuka & Kaitannya dengan Majapahit Peran Gajah Mada di Kerajaan Majapahit Terlepas dari latar belakang Gajah Mada yang masih belum diketahui terang, sosok ini punya peranan penting dalam sejarah Majapahit. Gajah Mada memulai kariernya di Majapahit pada masa pemerintahan Jayanegara. Saat itu ia menjadi bekel atau prajurit di kesatuan khusus bhayangkara. Peran sentralnya dapat dilihat ketika terjadi pemberontakan Ra Kuti pada 1319 M. Dalam Serat Pararaton dijelaskan bahwa saat Ra Kuti melakukan pemberontakan, yang menjadi bekel jaga di Kerajaan Majapahit adalah Gajah Mada. Atas jasanya menyelamatkan Raja Jayanegara, ia diangkat sebagai patih 1319-1321 M untuk mendampingi Rani Kahuripan yang saat itu dijabat Tribhuwana Tunggadewi. Dua tahun setelahnya Gajah Mada diangkat menjadi Patih Daha untuk menggantikan Patih Arya Tilam yang telah mangkat. Peran sentral Gajah Mada di Majapahit semakin menguat, ketika pada 1336 M Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih Amangkubhumi Majapahit. Pengangkatan tersebut didasarkan atas jasanya yang berhasil memadamkan pemberontakan di daerah Sadeng pada 1331 juga Sejarah Perang Paregreg Awal Runtuhnya Kerajaan Majapahit Sejarah Majapahit Struktur Pemerintahan & Pembagian Area Kerajaan Siapa Raja Pendiri Kerajaan Majapahit dan Kapan Masa Kejayaannya? Sumpah Amukti Palapa Mengutip jurnal Suluk yang bertajuk "Sejarah Peristiwa Sumpah Palapa Dalam Kitab Pararaton" karya Dwi Susanto dan kawan-kawan dituliskan bahwa Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa setelah pelantikannya. Sumpah Amukti Palapa merupakan manifestasi program politik Gajah Mada terhadap Majapahit agar dapat menyatukan Nusantara, yang berbunyi"Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti Palapa." Sumpah yang diucapkan saat pelantikan Gajah Mada sebagai Mahapatih Majapahit di hadapan Ratu Tribhuana Wijayatunggadewi itu bermakna"Jika telah menyatukan Nusantara, saya baru akan melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya baru akan melepaskan puasa."Wafatnya Gajah Mada Karier Gajah Mada ini makin memuncak setelah Tribhuana Wijayatunggadewi turun tahta pada 1351 M, Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk. Bersama dengan Gajah Mada, Hayam Wuruk memimpin Majapahit dan mencapai masa kejayaannya. Namun kegemilangan Gajah Mada pun meredup ketika, Perang Bubat 1357 M. Pada perang tersebut terjadi pertempuran tidak seimbang antara pasukan Majapahit dengan pasukan Kerajaan Sunda yang akhirnya menimbulkan banyak korban dari Sunda. Tindakan Gajah Mada ini sangat disayangkan oleh Hayam Wuruk. Saat itu Hayam Wuruk menganugerahi Gajah Mada berupa tanah di daerah Probolingo. Namun, penganugerahan ini pun disinyalir sebagai bentuk anjuran halus dari agar Gajah Mada menjauh dari Mada pun mangkat pada 1364 M. Setelah wafatnya, Hayam Wuruk pun melanjutkan kepemimpinannya di Majapahit hingga akhirnya ia meninggal pada 1389 M. Sepeninggal dua orang ini Majapahit di masa-masa selanjutnya mengalami penurunan dan akhirnya runtuh pada 1527 juga Sejarah Perang Paregreg Awal Runtuhnya Kerajaan Majapahit Beda Versi Sejarah Wisnuwardhana Bapak Raja-raja Majapahit Sejarah Keruntuhan Kerajaan Majapahit & Prasasti Peninggalannya - Sosial Budaya Kontributor Alhidayath ParinduriPenulis Alhidayath ParinduriEditor Agung DH

GajahMada begitu dikagumi. Kejayaannya di masa muda masih terus diingat. Namun, kata Agus, akhir kehidupannya lenyap dalam uraian ketidakpastian karena dia malu dengan pecahnya tragedi Bubat. Dengan ini, menurut Agus, bisa ditafsirkan bahwa Gajah Mada memang sakit dan meninggal di Kota Majapahit atau di area Karsyan yang tak

Jakarta - Gajah Mada mendadak ramai diperbincangkan khalayak luas. Pemicunya adalah penafsiran lain dari sejarah patih Majapahit yang legendaris itu. Jadi heboh di media sosial, mencuat pendapat bahwa Gajah Mada adalah Gaj Ahmada yang beragam Islam. Di luar isu tersebut, sebelumnya secara umum di kalangan masyarakat Indonesia, Gajah Mada dikenal sebagai patih terbesar Kerajaan Majapahit, kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang terbesar pada abad ke-14 hingga ke-15. Peran Gajah Mada ditonjolkan Muhamad Yamin melalu buku Gajah Mada, Pahlawan Persatuan Nusantara yang terbit pertama kali pada 1945 dan telah dicetak ulang belasan kali. Buku itu mengisahkan kisah kepahlawanan Gajah Mada sebagai patih Kerajaan Majapahit. Gajah Mada, Sumpah Palapa, dan Perang Bubat Benarkah Gajah Mada Pemeluk Islam? Penjelasan Muhammadiyah soal Gajah Mada dan Gaj Ahmada Dalam buku tersebut, Yamin menampilkan foto sekeping terakota yang mewujud wajah lelaki berpipi tembem dan berbibir tebal. Di bawah foto sosok itu, Yamin menuliskan, "Gajah Mada... Rupanya penuh dengan kegiatan yang maha tangkas dan air mukanya menyinarkan keberanian seorang ahli politik yang berpemandangan jauh." Hasan Djafar, arkeolog dan ahli sejarah kuno dari Universitas Indonesia, menyebutkan kepingan terakota itu ada di Museum Trowulan dan sejatinya merupakan bagian dari celengan kuno. Kepingan itu, dalam keterangannya yang ditulis kembali, Selasa 20 Juni 2017, tidak ada kaitannya dengan Gajah Mada. Di bawah ini adalah beberapa fakta perihal Gajah Mada berdasarkan buku Agus Aris Munandar berjudul Gajah Mada Biografi Politik 2010. 1. Mitos kelahiran Gajah Mada Kisah kelahiran Gajah Mada penuh dengan mitos untuk melegitimasi kedudukannya sebagai orang besar. Kitab Usana Jawa menyebutkan Gajah Mada lahir begitu saja dari buah kelapa. Di lain pihak, Babad Gajah Mada mengatakan Gajah Mada merupakan anak dari Dewa Brahma—salah satu dari tiga dewa utama kaum Hindu—dengan istri seorang pendeta muda bernama Mpu Sura Dharma Yogi. Setelah dewasa, Gajah Mada diambil oleh Mahapatih Majapahit untuk mengabdi kepada raja. Kisah-kisah yang berbau supranatural ini jamak tercatat dalam babad-babad tanah Jawa dengan tujuan kelahiran Gajah Mada sudah direstui kekuatan adi kodrati. Dengan kata lain, proses kelahirannya sudah menandakan Gajah Mada ditakdirkan menjadi orang yang terkenal atau Gajah Mada bukan nama asli Babad Arung Bondan menyatakan Gajah Mada adalah anak seorang patih Majapahit. Agus Aris Munandar menduga Gajah Mada merupakan anak Gajah Pagon, pengawal setia Raden Wijaya, raja pertama Majapahit yang membuka Hutan Tarik sebagai cikal bakal kerajaan. Kitab Pararaton menyebut kedua orang itu berwatak sama, yakni pemberani, tahan mental, tidak mudah menyerah, setia kepada tuannya, dan berperilaku seperti hewan gajah yang dapat mengadang semua penghalang. Kata "gajah" mengacu pada hewan yang dalam mitologi Hindu dipercaya sebagai vahana hewan tunggangan Dewa Indra. Gajah milik Indra dinamai Airavata. Sementara “mada” dalam bahasa Jawa Kuno berarti mabuk’. Maka, bisa dibayangkan jika seekor gajah tengah mabuk, ia akan berjalan seenaknya, beringas, dan menerabas segala rintangan. Sepertinya itu nama yang cocok dan sudah dipikirkan betul-betul sebelum diberikan kepada Gajah Mada. 3. Gajah Mada dan Pasukan Bhayangkara Seperti kebiasaan masyarakat Hindu, seorang anak akan dilepas untuk berguru kira-kira 12 tahun lamanya. Setelah itu, ia akan mengabdikan dirinya untuk raja dan masyarakat. Gajah Mada yang sudah dibekali ilmu kewiraan bertugas dalam satuan khusus pengawal raja. Pasukan ini dinamai Bhayangkara, dari bahasa Sansekerta yang berarti “hebat dan menakutkan”. Istilah itu termaktub dalam dua kata Jawa kuno, yakni bhaya yang berarti bahaya, atau berbahaya, menakutkan,’ sementara angkara dari kata ahangkara yang berarti aku’ atau kami’. Maka istilah bhayangkara dapat diartikan sebagai kami [yang] menakutkan’. Dalam pasukan Bhayangkara inilah pengabdian dan prestasi Gajah Mada dibangun untuk menjaga Kerajaan Majapahit. Pararaton menyebut Gajah Mada mengiringi Raja Jayanegara mengungsi ke Desa Badander saat terjadi pemberontakan oleh Kuti. Menariknya, saat Jayanegara dibunuh oleh tabib Tanca, Gajah Mada diisukan mengatur pembunuhan itu. Konon, ia tak suka pada kelakuan Raja Jayanegara yang sudah melanggar perundang-undangan kerajaan lantaran menggauli istri orang. Perbuatan tersebut adalah hal yang nista karena dalam kitab Kutaramanawardharmasastra disebutkan hukuman bagi orang yang mengganggu perempuan yang telah bersuami cukup berat.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Singkatcerita, Gajah Mada memaksa masuk ke kediaman Raja. Di sana Raja terlihat baik-baik saja. Pencuri juga tak ditemukan di sana. Kasus pencurian itu pun meninggalkan misteri. Kabut dan langit gelap di kerajaan juga tak kunjung menghilang. Pada akhirnya, Kerajaan Majapahit runtuh. 5. Pesan Moral. Pesan moral apa yang bisa kamu petik dari cerita dongeng Gajah Mada dan Pencuri Misterius ini? 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID -jX9-oXP8ovNqyUzE_gkCe6moOEieZlbuG5HnSu4Juy2cO0NVGJxBw==
GajahMada mempunyai seorang ayah yang bernama Gajah Pagon (membersamai Raden Wijaya dalam perang melawan Jayakatwang dari kediri). Ayah Gajah Mada merupakan seorang yang luar biasa. Pada saat Gajah Pagon yang telah selamat, kemudian menikahi seorang putri Pandakan yang akhirnya di dalam pernikahanya mempunyai anak yang bernama Gajah Mada yang mengabdikan dirinya pada Majapahit.
GAJAH MADATulisan ini hasil pencarian di google dengan keyword gajah mada’ dan di Wikipedia kami memperoleh data sebagaimana tersaji berikut ini Menurut Pararaton, Gajah Mada memulai karirnya di Majapahit bagaikan pengarah pasukan unik Bhayangkara. Karena berhasil mengetanahkan Prabu Jayanagara 1309-1328 dan mengatasi Pemberontakan Ra Kuti, ia diangkat sebagai Patih Kahuripan pada tahun 1319. Dua musim kemudian ia diangkat sebagai Patih tahun 1329, Bendahara Majapahit yaitu Aryo Tadah Mpu Krewes ingin mengundurkan diri berpokok jabatannya. Ia menunjuk Patih Gajah Mada berbunga Kediri bagaikan penggantinya. Mangkubumi Gajah Mada sendiri bukan spontan menyetujui. Ia cak hendak mewujudkan jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan Keta dan Sadeng nan saat itu sedang melakukan pemberotakan terhadap Majapahit. Keta dan Sadeng pun akibatnya takluk. Akhirnya, pada tahun 1334, Gajah Mada diangkat secara resmi maka dari itu Ratu Tribhuwanatunggadewi ibarat Mangkubumi waktu pengangkatannya, ia mengucapkan Laknat Palapa, yang berisi bahwa ia akan menikmati palapa alias rempah-rempah yang diartikan kenikmatan kebendaan kalau telah berhasil menaklukkan Nusantara. Sebagaimana tercatat dalam kitab Pararaton berikut[2] “ Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada Walaupun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa ”FaedahGajah Mada si Mahapatih tak akan menikmati palapa, berkata Gajah Mada, “Sejauh aku belum mengesakan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menundukkan Pulau Padang pasir, Pulau Bersimbah, Tanjungpura, Pulau Haru, Pahang, Dompu, Pulau Bali, Sunda, Palembang dan Tumasik, aku takkan mencicipi ada bilang maupun sampai-sampai banyak bani adam nan menyangsikan sumpahnya, Patih Gajah Mada memang erat berbuah menjinakkan Nusantara. Bedahulu di Bali dan Lombok 1343, Palembang, Swarnabhumi Sriwijaya, Tamiang, Samudra Pasai, dan kewedanan-negeri lain di Swarnadwipa Sumatra telah ditaklukkan. Lalu Pulau Bintan, Tumasik Singapura, Semenanjung Malaya, dan beberapa negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga Tanjunglingga, Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kendawangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Solok, Batu halus, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan zaman pemerintahan Raja Hayam Wuruk 1350-1389 yang mewakili Tribhuwanatunggadewi, Patih Gajah Mada terus berekspansi penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Redup, Hutankadali, Gedek, Bantayan, Luwu, Makassar, Buton, Banggai, Kurkuma, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar Saparua, Solor, Bima, Wandan Banda, Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo. Disebutkan privat Kakawin Nagarakretagama bahwa sekembalinya Hayam Wuruk dari formalitas keagamaan di Simping, anda menjumpai bahwa Gajah Mada telah nyeri. Gajah Mada disebutkan meninggal dunia plong tahun 1286 Saka ataupun 1364 Wuruk kemudian melembarkan enam Mahamantri Agung, untuk seterusnya membantunya intern menyelenggarakan segala urusan salah seorang tokoh utama Majapahit, segel Gajah Mada sangat terkenal di awam Indonesia plong lazimnya. Pada tahun awal kemerdekaan, para pemimpin antara lain Sukarno sering menyebut serapah Gajah Mada ibarat inspirasi dan “bukti” bahwa nasion ini dapat bersatu, meskipun meliputi kewedanan yang luas dan budaya nan farik-tikai. Dengan demikian, Gajah Mada adalah inspirasi bagi rotasi nasional Indonesia bagi usaha kemerdekaannya dari kolonialisme Gadjah Mada di Yogyakarta merupakan universitas negeri yang dinamakan menurut namanya. Bintang siarah telekomunikasi Indonesia yang pertama dinamakan Satelit Palapa, yang menonjolkan perannya ibarat pemersatu telekomunikasi rakyat Indonesia. Banyak ii kabupaten di Indonesia n kepunyaan jalan yang bernama Gajah Mada, namun menarik diperhatikan bahwa tak demikian halnya dengan kota-kota di Jawa fiksi kesejarahan dan sandiwara radio hingga masa ini masih caruk menceritakan Gajah Mada dan perjuangannya memperluas supremsi Majapahit di nusantara dengan Sumpah Palapanya, demikian pula dengan karya seni patung, lukisan, dan tak-lainnya.
jSxOh.
  • 88wc6en6wj.pages.dev/102
  • 88wc6en6wj.pages.dev/42
  • 88wc6en6wj.pages.dev/339
  • 88wc6en6wj.pages.dev/212
  • 88wc6en6wj.pages.dev/305
  • 88wc6en6wj.pages.dev/277
  • 88wc6en6wj.pages.dev/72
  • 88wc6en6wj.pages.dev/40
  • 88wc6en6wj.pages.dev/15
  • cerita belajar dari gajah mada